Sewindu Keistimewaa DIY, RB Dwi Wahyu: Danais Harus Mampu Dongkrak Perekonomian Masyarakat

SwaraJogja.Com – Senin, 31/08/2020 tepat sewindu diberlakukannya Undang – Undang Keistimewaan DIY . Harapan masyarakat DIY kala itu dalam memperjuangkan UUK DIY selain melestarikan sejarah dan budaya Yogyakarta tentunya juga akan mendongkrak kesejahteraan rakyat. Namun selang sewindu pelaksanaan UUK DIY, kritik muncul dari kalangan DPRD DIY.  Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro, mengatakan hingga sekarang ini masih muncul banyak pertanyaan seputar Dana Keistimewaan (Danais) yang terkait erat dengan Keistimewaan DIY.

”Niat awal adanya nonmenklatur Dana Keistimewaan DIY harus membawa konsekuensi bagi kesejahteran masyarakat Jogja,” ungkap Dwi Wahyu yang juga Ketua Fraksi PDIP DPRD DIY di Kantor DPRD DIY, Senin(31/8/2020).

Dwi Wahyu menegaskan bahwa Pemda DIY harus mengevaluasi kembali perencanaan dan realisasi dari Danais tersebut. ”Evaluasi dari realisasi Danais harus bermuara pada perubahan perencanaan program pembangunan DIY. Kesejahteraan rakyat Yogyakarta harus menjadi basis tolok ukur dari perencanaan alokasi danis. Persebaran Alokasi danais ke semua kegiatan yang dikelola oleh OPD yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat secara langsung, misalnya Dinas Koperasi UKM dan Diskominfo perlu dipertimbangkan untuk membangkitkan potensi dan pemasaran UMKM,” tegasnya.

“Tahun 2020 ini Danais paling tinggi dari pagu anggaran tahun-tahun sebelumnya yakni 1,32 triliun. Tapi pertanyaan besarnya adalah dengan dana sebesar 1,32 triliun itu dapat mendongkrak roda perekonomian menghadapi covid atau belum. Harapan kami Pemerintah daerah DIY untuk mengevaluasi kembali perencanaan ini, harus benar-benar berbasis kesejahteraan,” pungkasnya