Selamat Jalan Mr. B J Habibie “Have a happy flight to heaven”

Oleh: Erwin Razak

 

Baru saja melihat televisi mengabarkan Presiden ke 3 Bapak BJ Habibi meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat itensif di RSPAD Gatot Subroto. Dari kesaksian beberapa tokoh negeri yang sempat membesuk, yang mana sejak sehari sebelumnya beliau istirahat dalam tidur, seperti tengah mempersiapkan diri untuk menghadap Sang Khalik yang Maha Kuasa. Hampir semua warga Indonesia berduka atas kabar ini seorang mantan presiden yang juga ilmuwan besar pencipta industri komponen pesawat modern yang tak ada duanya telah pergi untuk selama-lamanya.

 

BJ Habibi adalah nama besar dalam panggung sejarah Indonesia modern abad 21 terutama sekali pernah memimpin bangsa Indonesia melewati krisis besar di tahun 98. Rasanya belum lama pada waktu itu Habibi tampil sebagai Presiden Republik Indonesia menggantikan Soeharto yang menyatakan berhenti karena desakan rakyat yang tidak lagi menginginkannya sebagai presiden.

 

Jarum jam terasa berbalik arah dimana BJ Habibie membalik kediktatoran Soeharto dengan menyetujui diadakannya pemilu demokratis multipartai tahun 1999. Yang sebelumnya juga telah membebaskan beberapa tahanan politik orde baru untuk kembali kepada masyarakat dan keluarganya. Dari tangan Habibi juga kebebasan pers dibuka selebar-lebarnya seiring dengan demokratisasi dimulai di seluruh negeri. Negara goncang pada saat itu dimana hampir saja kapal NKRI kandas dan hampir tenggelam dalam ketidakpastian krisis ekonomi dan politik. Tekanan internasional melalui PBB atas pelanggaran HAM berat di TIMTIM juga tekanan ekonomi dari IMF melalui paket paket kebijakan moneter yang tidak mudah pada saat itu. Rupiah tembus hingga 16.000 rupiah dari yang awalnya perkasa diangka 4000 rupiah per dollar amerika. Namun BJ Habibie tetap tegar memimpin reformasi walau akhirnya kemudian pertanggungjawaban di depan MPR RI tahun 1998 ditolak mentah.

 

BJ Habibi seorang anak bangsa dengan nugerah Tuhan memiliki kepintaran yang lebih dibidang IPTEK pesawat akhirnya masuk dalam pusaran politik negara. Teknokrasi yang dimilikinya tercetak dalam PT Dirgantara Indonesia dengan karya pesawat CN 235. Pesawat type sedang namun canggih yang diharapkan menjadi kebanggan bangsanya. Karya-karya teknologinya diakui di Eropa dan bahkan seantero dunia. Tapi sayang ruang dan waktu seorang BJ Habibie belum menemukan momen yang pas bagi Bangsanya. Iptek pesawat yang dibawanya melampaui zaman yang sedang berjalan, dimana ekonomi negara dan kondisi rakyat memerlukan solusi yang lebih praktis ketimbang mimpi besar teknologi pesawat. Namun spirit BJ. Habibie telah menginspirasi anak negeri untuk terus berjuang demi kemandirian bangsa Indonesia, untuk membesarkan dan membanggakan negara dan rakyatnya. Rasional, hidup berpola, semangat Gigih dengan kesederhanaan, jujur dan rendah hati kepada siapapun merupakan kharakter Habibie muda hingga masa senjanya. Dari sini kita bisa belajar dari sosok Habibie bahwa semangat kegigihan yang dibungkus dengan penguasaan teknologi mampu mendudukkan suatu bangsa diperhitungkan dalam pergaulan dunia.

 

BJ Habibie berpulang di usia yang cukup senja 83 tahun setelah didahului sang istri ibu Ainun yang sangat dicintainya. Dari Ibu Ainun, Bj Habibi mendapatkan vitamin kasih sayang dalam berkarya dan mendedikasikan hidupnya kepada bangsanya. Kini BJ Habibi telah berpulang kepada Sang Pencipta dan kelak akan bertemu dengan Ibu Ainun Kekasihnya itu. “Have a happy flight to heaven Mr Habibie” Terimakasih atas karya dan suri tauladanmu.
Yogyakarta, 11 September 2019

#FOLLOW US ON INSTAGRAM