Revolusi Desain Ala Canva

Posted on

Saya katakan bahwa cita-cita kita dengan keadilan sosial adalah satu masyarakat yang adil dan makmur dengan menggunakan alat-alat industri, alat-alat teknologi yang sangat moderen. Asal tidak dikuasai oleh sistem kapitalisme – Soekarno

 

Terkadang kalau kita buka media sosial, rasanya kok betah berlama-lama, scroll bawah, atas, bolak balik  dan sebagainya. Tentu hal tersebut rela dilakukan karena mungkin ada sesuatu yang menarik dan menyedot perhatian untuk dilihat.

Salah satunya kita bisa melihat banyaknya tampilan berupa design yang menarik. Seperti ucapan-ucapan, undangan atau sekedar berbagi cerita yang kemudian dibingkai dengan cara yang lebih modern. Ya, semua tak bisa dilepaskan dari design.

Design yang semakin modern dan semakin mudah tentu akan memiliki pengikut yang banyak. Dan itulah yang dilakukan Canva, sebuah aplikasi sederhana yang bahkan bisa di di download di play store dan bisa digunakan oleh siapa, kapan dan dimana saja.

Dunia perdesign-an memang gampang-gampang susah. Selain artistik, ada kejelian yang lainnya yang bisa disimak oleh para pembuat design. Yaitu tata letak dan penyesuaian dengan media yang akan menjadi tempat dimana produk design tersebut bisa ditampilkan.

Semisal hari ini ialah media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan lain-lain. Tentu media-media sosial ini punya tata aturan tersendiri yang sudah disiapkan untuk berbagai hal. Dan semua orang harus tunduk pada yang telah mereka telah siapkan ukurkannya.

Diluar aturan ukuran tersebut, maka secara otomatis sistemnya akan melakukan pemotongan. Sehingga tak jarang kita lihat ada beberapa poster atau gambar yang tampil tidak sempurna. Kadang sampingnya terpotong. Atau kadang atasnya tidak tampak utuh.

Makanya bila kita mencoba membuat design seperti poster ucapan dan sebagainya, jikalau melalui komputer atau laptop, maka kita harus mengatur kembali ukuran hal yang dibuat tersebut. Sebutlah misalnya menggunakan adobe photoshop. Kita harus mengatur sedari awal poster yang akan dibuat tersebut. Setelah ukuran tersebut dirasa sesuai,maka baru dibuat posternya.

Nah hal ini menjadi berbeda dengan canva. Canva sedari awal sudah disiapkan sedari awal mengikuti banyak ukuran dari semua media sosial yang ada dan berkembang sekarang. Sehingga kita tidak perlu untuk mengukur kembali apa yang kita buat. Misalnya kita akan membuat poster pengumuman di instagram. Canva sudah mempersiapkan designnya dengan ukuran yang sudah sesuai.

Canva, sejak kemunculannya sudah menyedot perhatian publik se antero dunia. Apalagi canva dapat digunakan semua orang tanpa harus membuka perangkat besar seperti PC atau Laptop. Cukup dengan handphone saja, semua orang bisa membuat design yang menarik terkait poster seperti ucapan-ucapan atau lainnya.

Canva adalah aplikasi desain grafis menjembatani penggunanya untuk dengan mudah merancang berbagai jenis material kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi. Canva saat tersedia dalam beberapa versi, web,iPhone, dan Android (dailysocial.id).

Dan dengan fitur-fiturnya yang cukup menarik, canva menempatkan diri sebagai bagian yang merevolusi dunia perdesaign-an. Berjuta orang membuat design dengan canva. Dan hasilnya cukup ciamik dan bervariasi. Bahkan tidak hanya untuk media-media sosial, canva sendiri juga mempersiapkan untuk design lainnya seperti membuat cover buku dengan segala ukuran yang standar.

Melansir dari wikipedia, disebutkan bahwa  Canva didirikan di SydneyAustralia oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht dan Cameron Adams pada 1 Januari 2012. Pada tahun pertamanya, Canva mencatatkan jumlah pengguna sebanyak 750,000 orang. Pada April 2014, seorang pakar teknologi dan sosial media Guy Kawasaki bergabung ke perusahaan sebagai promotor jenama.

Pada 2015, Canva for Work diluncurkan dan berfokus pada bagian pemasaran. Dan tidak terlalu lama sejak debutnya, lima tahun kemudian canva sudah mulai mendulang laba yang fantastis. Inilah pembuktiannya bahwa canva diterima publik dengan sangat baik.

Dan tak kurang hampir sebagian besar masyarakat dunia telah menggunakan canva untuk mempermudah dalam melakukan atau membuat design. Dari 750 ribu penguna di awal, kini canva semakin gemuk karena ratusan juta orang sudah menggunakannya. Dan hal ini akan bertahan lama seiring dengan kejelian perusahaan menghadirkan fitur-fitur tambahan yang semakin mudah dan menarik.

Kekurangan Canva

Selain dengan mempermudah banyak hal dalam melakukan design, seperti fitur yang beragam, cara mengunduh gambar dari memori sendiri, grafik yang keren, tulisan yang beraneka font dan lain-lain, ternyata canva juga memiliki kekurangan sebagaimana tools atau aplikasi lainnya. Hanya saja tidak separah aplikasi lainnya yang harus berbayar di awal, penuh iklan dan sistem yang agak berat (lemot). Di Canva bahwa tidak semua design yang tersedia bisa di nikmati secara free atau gratis.

Walaupun hampir 70% dari semuanya dibebasgunakan. Terlihat beberapa fitur yang ada agar bisa di gunakan dan disimpan untuk kita pergunakan kembali, hal tersebut tidak bisa dilakukan karena meminta bayaran. Dan kalau sudah seperti itu, biasanya itu yang membuat pengguna (user) agak kecewa.

Karena bisa saja dari fitur yang ditawarkan di design tersebut cocok dan pas untuk digunakan dengan momennya. Tapi sayang harus berbayar. Akan tetapi canva mempunyai penawaran yang cukup baik untuk memperbanyak referensi pengguna dengan menggunakan fitur mereka yang ‘pro’, yang menawarkan ribuan design yang bisa di gunakan sepuas-puasnya.

 

**

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan, pada akhirnya kreativitaslah yang jadi kunci utamanya. Baik produsen maupun konsumen. Pembuat maupun pengguna. Perusahaan ataupun publik. Dan canva memang secara mandiri sudah memenuhi kebutuhan para penggunanya, akan tetapi bila di padankan dengan fitur atau tools serupa lainnya, maka itu akan terasa lebih lengkap dan istimewa.

Konten bisa lebih padat, tapi tampilan tetap sederhana dan ringan. Dan akan selalu menarik mata saat dilihat. Itulah canva, yang berhasil merevolusi area design dengan caranya yang begitu murah tapi tidak murahan. Sekian.


Leave a Reply

Your email address will not be published.