“Nandur Sing Di Pangan, Mangan Sing Di Tandur, Turahe Di Dol”

Konsep Kustini Sri Purnomo Memperkuat Ekonomi Keluarga

SwaraJogja.Com – Ditengah pandemi ini hampir seluruh warga merasakan kesulitan ekonomi. Semua berjuang untuk bertahan hidup karena kondisi pembatasan sosial. Benteng Pertahanan terakhir ada pada keluarga. Kreatifitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi menjadi tantangan. Dengan berbagai macam cara dilakukan seperti berjualan makanan secara online dan sebagainya.

Satu terobosan yang dilakukan Kustini Sri Purnomo adalah mengajak ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mempertahankan ekonomi keluarga dengan Nandur Sing Dipangan, Mangan Sing Ditandur, Turahe Di Dol atau dalam bahasa Indonesia Menanam Apa Yang Dimakan, Makan Apa Yang Ditanam,, Dan Selebihnya Dijual ”.

Nandur Sing Di Pangan, Menanam apa yang dimakan ; gerakan ini mengajak masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dengan menanam tanaman yang menjadi kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, buah dan lain sebagainya. Dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sehari-hari. Sedang diperkotaan yang minim lahan bisa menggunakan teknik hidroponik dan metode lainnya.

Mangan Sing Di Tandur, Makan apa yang ditanam; gerakan pengeluaran keluarga / rumah tangga ditengah situasi sulit akibat pandemi menjadi sangat relevan. Dengan memakan apa yang tersedia di tengah-tengah kita sebagai hasil tanaman itu sendiri akan pengeluaran keluarga untuk mencukupi kebutuhan pangan

Turahe di Dol, Selebihnya dijual ; jika kebutuhan dasar akan pangan sudah tercukupi dengan hasil tanaman itu sendiri, maka jika ada kelebihan dari hasil tanaman tersebut bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Konsep yang sangat sederhana tetapi sangat bermakna sebagai Wujud Kepedulian Kustini terhadap Ekonomi Rumah Tangga / Keluarga. Jika keluarga dapat mandiri dalam pangan, niscaya akan mandiri dalam ekonomi. Jika ekonomi keluarga dapat mandiri, maka Niscaya ekonomi Negara akan mandiri.

Saya yakin ini adalah hasil perenungan dari pengalaman beraktifitas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, dan banyak bergaulnya dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sleman selama ini. Pergaulan dengan ibu-ibu yang menjadi benteng ternyata mampu melahirkan konsepsi yang visioner walau nampak sederhana.

Ekonomi Keluarga Kuat, Ekonomi Sleman Kuat, Ekonomi Negara Kuat

 

Susanto Budi Raharjo

Direktur Anima Kreatif Studio,

pernah bekerja sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI