Danang Maharsa Dan Warga Pugar Rumah Mbah Sriatmi Yang Hidup Sebatang Kara

 

SwaraJogja.Com – Pandemi Covid-19 terbukti tidak hanya menyerang kita dari aspek kesehatan saja, namun sudah merambah pada aspek ekonomi. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan penurununan drastis penghasilan dari usahanya.

Mbah Sriatmi salah satu bukti dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini. Nenek sebatangkara yang berusia 73 tahun ini kehilangan penghasilan dikarenakan daganganya tidak laku akibat Gereja St. Yoh Rasul Somohitan sudah hampir 3 bulan terakhir tutup. Sebelumnya konsumennya adalah jemaat gereja tersebut.

Nenek yang beralamat di Ponosaran Kidul, Desa Girikerto Kec Turi Kab Sleman ini hidup sebatang kara ini sudah 35 hari menderita sakit dan tidak bisa jalan dikarenakan jatuh di sungai saat sedang mencari kayu utk memasak air.

Mendapatkan informasi tersebut, Danang Maharsa, anggota DPRD Kab. Sleman bersama PAC PDI Perjuangan Turi bergerak untuk membantu Mbah Sriatmi. “Kami merasa “trenyuh” dan prihatin atas kondisi yang menimpa mbah Sriatmi dan siap membantu semampu kami”, ujar Danang kepada swarajogja.com

 

 

Rumah mbah Sriatmi yang ia tinggali masih berlantaikan tanah dengan dinding rumah yang sebagian kayunya telah lapuk. Atas kerjasama dan koordinasi antara umat lingkungan St. Yoh Rasul Somohitan dengan Pengurus PAC PDI Perjuangan Kec.Turi serta Danang Maharsa selaku anggota DPRD kab.Sleman dari Fraksi PDI Perjuangan tergerak untuk merenovasi rumah Mbah Sriatmi agar rumah tersebut layak huni.