ANGKRINGAN PASINAON, Cara Unik Gabungkan Usaha Kuliner dan Edukasi Literasi

SwaraJogja.Com – Hobby menikmati makanan di warung atau restoran atau sering disebut Kuliner kini banyak digemari oleh masyarakat. Banyak orang kemudian selain menikmati makanannya pasti menyempatkan diri untuk berfoto ria dengan latar Warung atau restonya yang kemudian diunggah di laman media sosialnya. Tapi Tak kadang mereka hanya mendokumentasikan jenis makanan yang mereka temukan saat wisata kuliner dan mereviewnya.

Ada yang menarik dari salah satu tempat Kuliner di Sleman, tepatnya di Dusun Jetis, Catur Harjo Sleman. Disitu terdapat sebuah angkringan yang beda dengan angkringan biasanya. Angkringannya bernama ANGKRINGAN PASINAON. Untuk jenis makanan yang disajikan tak berbeda dengan angkringan pada umumnya seperti nasi kucing, gorengan, sate usus dan lainnya. Terus apa yang membedakan dengan angkringan lainnya?

Yang berbeda di Angkringan Pasinaon ini adalah selain tempat nongkrong sambil menikmati nasi kucing, para pengunjung juga disuguhi dengan buku-buku bacaan yang dapat dibaca secara gratis. Angkringan ini dikelola oleh Rakhmadi Gunawan atau biasa dipanggil dengan sebutan Mbah Guns.

Sejalan dengan namanya, Angkringan Pasinaon ini merupakan salah satu media bagi warga Dusun Jetis dan sekitarnya untuk dapat belajar bersama dengan membanca buku-buku yang disediakan sambil menikmati hidangan angkringan. Tak sedikit warga khususnya anak-anak muda yang menjadi pelanggan Angkringan Pasionaon setiap malamnya.

“Saya punya tujuan untuk bersama warga meningkatkan minat baca sehingga memilik pengetahuan yang cukup dari literasi yang tersedia. Saya melihat anak-anak muda banyak yang suka nongrkong di angkringan-angkringan tapi ya cuma ngobrol-ngobrol saja. Kemudian saya tertarik untuk memancing niat baca temen-temen muda disini dengan menyediakan buku-buku bacaan, dan alhamdullillah mereka merespon dengan baik” ungkap Mbah Guns kepada SwaraJogja.Com.

Angkringan Pasinaon ini didirikan oleh Mbah Guns bersama istrinya sejak tahun 2018 tepat di teras rumahnya. Selain menjadi tempat “ngangkring”, Mbah Guns juga merelakan rumahnya menjadi tempat pertemuan bagi karang taruna setempat ketika ingin mengadakan rapat-rapat menjelang kegiatan.